Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul melakukan terobosan dalam pelaksanaan ujian praktek mata pelajaran Al-Qur’an Hadits bagi siswa kelas 6. Berbeda dari ujian konvensional yang biasanya hanya fokus pada hafalan, ujian kali ini menekankan pada kemampuan siswa dalam mengomunikasikan isi kandungan ayat melalui pendekatan diferensiasi produk.

​Di bawah bimbingan guru penguji, Diana Fitri Umami, S. Ag., para siswa diberikan kebebasan untuk menyalurkan pemahaman mereka terhadap ayat-ayat pilihan melalui media yang paling sesuai dengan minat dan keterampilan (skill) masing-masing.

Wujud Nyata Pembelajaran Berpusat pada Siswa

​Dalam ujian ini, siswa tidak lagi merasa tertekan oleh satu metode penilaian saja. Terdapat tiga kanal kreativitas yang dapat dipilih oleh para peserta didik:

    • Cerpen (Cerita Pendek): Bagi siswa yang memiliki bakat menulis, mereka merangkai narasi kreatif yang relevan dengan pesan moral dalam Al-Qur’an.
    • Poster: Siswa dengan bakat seni visual menuangkan isi kandungan ayat ke dalam desain grafis atau gambar manual yang edukatif.
    • Storytelling: Siswa yang komunikatif memilih untuk mempresentasikan pemahaman mereka secara lisan melalui teknik bercerita yang menarik.

​”Kami ingin siswa tidak sekadar hafal, tetapi benar-benar mampu menyerap dan menyebarkan pesan Al-Qur’an dengan cara yang mereka sukai. Inilah esensi dari diferensiasi produk,” ujar Diana Fitri Umami.

Membangun Percaya Diri

​Dengan adanya pilihan ini, suasana ujian tampak lebih hidup dan menyenangkan. Para siswa terlihat antusias karena merasa dihargai keunikannya. Pendekatan ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif dalam berdakwah di era modern. (Agassa)