
Bantul (MIN 3 Bantul) – Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul menjadi saksi hangatnya diskusi mengenai inovasi pendidikan dalam acara Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Ahmad Agus Salim, yang merupakan Guru Fikih dari MIN 3 Bantul, sukses menjalankan perannya sebagai moderator dalam agenda penting tersebut.
Workshop ini menghadirkan dua pakar dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang sebagai narasumber utama, yaitu Samsul Falak dan Ahmad Subkan. Keduanya memaparkan materi mengenai pentingnya pendekatan emosional dan kasih sayang dalam penerapan kurikulum di madrasah, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan efektif.
Acara secara resmi dibuka oleh Kasi Dikmad Kemenag Bantul, yang dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya soal kecerdasan kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendekatan yang berbasis ketulusan atau “cinta”.
Sebagai moderator, Ahmad Agus Salim berhasil menghidupkan suasana diskusi. Kemampuannya dalam menjembatani pemikiran narasumber dengan antusiasme para peserta membuat workshop berlangsung interaktif. Peserta yang hadir diajak untuk mendalami bagaimana kurikulum ini dapat diimplementasikan secara teknis di ruang-ruang kelas.
Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pendidik di lingkungan Kemenag Bantul untuk mulai menerapkan pola pengajaran yang lebih inklusif dan penuh kasih sayang. (Agassa)




