Bantul (MIN 3 Bantul) Kegiatan literasi di lingkungan madrasah kembali menunjukkan geliat positif. Kali ini, suasana penuh semangat dan antusias terlihat jelas di ruang perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Murid-murid kelas 5A tampak khusyuk tenggelam dalam dunia bacaan di bawah bimbingan guru kelas mereka, Nurul Arifah, S.Ag.

Kegiatan kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan ini merupakan bagian dari upaya nyata madrasah dalam menumbuhkan budaya membaca (literasi) sejak dini. Dengan didampingi secara langsung oleh Nurul Arifah, para siswa diajak untuk tidak sekadar meminjam buku, tetapi juga memahami isi bacaan, mengeksplorasi berbagai jendela pengetahuan, serta membiasakan diri menjadikan buku sebagai sahabat setia.

Menumbuhkan Minat Baca Melalui Pendampingan Interaktif

Di dalam ruang perpustakaan yang tertata rapi dan nyaman, murid-murid kelas 5A terlihat memilih beragam jenis buku bacaan, mulai dari buku pengetahuan umum, kisah teladan Islami, cerita rakyat nusantara, hingga buku sains populer.

Nurul Arifah, S.Ag., selaku guru pembimbing, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak memiliki waktu khusus untuk fokus membaca di luar ruang kelas konvensional.

“Literasi bukan sekadar bisa membaca, tetapi bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan rutin di perpustakaan ini, kami ingin membimbing anak-anak agar gemar membaca, mampu menyerap informasi positif, dan melatih daya kritis mereka sejak usia madrasah,” ungkap Nurul Arifah di sela-sela mendampingi siswanya.

Beliau juga menambahkan bahwa setelah membaca, para siswa sesekali diminta untuk menceritakan kembali inti atau pesan moral dari buku yang mereka baca. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), memperkaya kosakata, serta menguji tingkat pemahaman bacaan siswa.

Sambutan Positif dari Siswa

Geliat positif ini mendapatkan sambutan hangat dari para siswa kelas 5A. Suasana perpustakaan yang tenang berpadu dengan rasa ingin tahu yang tinggi membuat waktu membaca terasa sangat menyenangkan. Salah satu siswa kelas 5A mengaku sangat menikmati kegiatan ini karena bisa memilih buku cerita petualangan favoritnya bersama teman-teman sekelas.

  • Suasana Tertib: Seluruh siswa tampak menjaga kedamaian perpustakaan demi kenyamanan bersama.

  • Variasi Buku: Buku-buku fiksi dan non-fiksi menjadi incaran utama untuk memperluas wawasan.

  • Kolaborasi Guru dan Siswa: Kehadiran guru pembimbing memberikan arah dan motivasi lebih bagi anak-anak untuk mengeksplorasi literatur yang berkualitas.

Komitmen MIN 3 Bantul Cetak Generasi Unggul Berliterasi

Pihak MIN 3 Bantul terus berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi perpustakaan madrasah sebagai jantung literasi sekolah. Dengan adanya program bimbingan literasi yang konsisten—seperti yang diprakarsai oleh Nurul Arifah, S.Ag. di kelas 5A—diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, berwawasan luas, serta memiliki karakter kuat yang berlandaskan kecintaan pada ilmu pengetahuan.

Geliat literasi di MIN 3 Bantul ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa pembiasaan membaca yang dilakukan dengan metode menyenangkan akan mampu mencetak pelajar Pancasila yang religius, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (Agassa)