
Bantul (MIN 3 Bantul) – Pengalaman puluhan tahun di dunia pendidikan bukan sekadar angka bagi Pak Sariman. Di usianya yang kini hampir menginjak 60 tahun, semangatnya mengajar tidak pernah surut. Lebih dari itu, kehadirannya di ruang kelas telah menghadirkan rasa nyaman yang luar biasa, tidak hanya bagi para siswa tetapi juga bagi orang tua murid.
Bagi wali murid, Pak Sariman bukan lagi sekadar guru kelas biasa. Kebijaksanaannya yang matang—buah dari dedikasi mengajar selama berdekade-dekade—membuatnya tampil sebagai sosok bapak sekaligus kakek yang mengayomi bagi seluruh warga sekolah. Rasa kekeluargaan yang erat inilah yang membuat para orang tua merasa sangat tenang dan percaya memercayakan anak-anak mereka di bawah bimbingannya.
Dedikasi Lintas Generasi
Bukti nyata dari panjangnya pengabdian Pak Sariman tercermin dari bagaimana ia kini mendidik generasi kedua dari murid-murid lamanya. Hubungan emosional yang terbangun sudah menembus batas generasi.
”Banyak murid saya dulu yang sekarang sudah memiliki anak, dan anak mereka pun kemudian sekolah di sini dan saya ajar lagi,” ungkap Pak Sariman hangat, mengenang perjalanan panjangnya sebagai pendidik.
Keberlanjutan ini menjadi bukti betapa melekatnya figur Pak Sariman di hati masyarakat sekitar. Kehadirannya di kelas bukan sekadar transfer ilmu, melainkan teladan hidup tentang kesabaran, kebijaksanaan, dan ketulusan.
Semangat yang Tak Pernah Pudar
Meski usia sudah mendekati masa purna tugas, energi Pak Sariman dalam membimbing anak-anak tetap dinamis. Setiap tutur kata dan pendekatannya mencerminkan kematangan seorang senior, namun dengan kehangatan seorang ayah yang selalu mendengarkan keluh kesah anak maupun orang tua murid.
Sikap inklusif dan terbuka inilah yang menjadikan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua berjalan sangat harmonis. Di era digital saat ini, figur guru yang memiliki sentuhan humanis yang mendalam seperti Pak Sariman menjadi permata berharga yang terus menginspirasi rekan sejawat dan lingkungan sekitar. (Agassa)




