Bantul — Keterlibatan pimpinan madrasah dalam penguatan kompetensi keagamaan dan literasi terus terwujud secara nyata. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul, Subarniyati, dipercaya mengemban amanah sebagai dewan juri pada cabang lomba puitisasi sari tilawah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Sekolah Dasar se-Kapanewon Pajangan.

Partisipasi aktif ini menegaskan komitmen MIN 3 Bantul dalam menjalin sinergi lintas institusi pendidikan di wilayah Pajangan. Cabang puitisasi sari tilawah merupakan wahana eksplorasi estetika bahasa sekaligus pemaknaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara kontekstual melalui media puisi, yang menuntut integrasi antara kefasihan artikulasi, ketepatan interpretasi teks, serta penghayatan puitik yang mendalam.

Dalam kapasitasnya sebagai penilai, Subarniyati memfokuskan evaluasi pada beberapa parameter objektif, antara lain:

Kesesuaian Interpretasi: Ketepatan alih wahana antara makna tekstual ayat suci dengan ekspresi metaforis dalam bait puisi.

Artikulasi dan Vokalitas: Kejelasan diksi, intonasi, dinamika volume, serta proyeksi suara saat melantunkan teks.

Penghayatan dan Gestur: Kekuatan emosi, ekspresi mimik wajah, dan keselarasan gerak tubuh dalam menyampaikan pesan religius kepada audiens.

Kehadiran unsur pimpinan madrasah dalam forum kompetisi keagamaan tingkat distrik ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kontribusi akademis-profesional, tetapi juga memotivasi penguatan budaya literasi Qur’ani dan pembinaan karakter religius bagi generasi muda di jenjang pendidikan dasar. (agassa)