
Bantul (MIN 3 Bantul) – Upaya revitalisasi pedagogi keolahragaan terus diakselerasi di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Melalui dedikasi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Praptap Kurniawan, sebuah pendekatan kontekstual dihadirkan lewat modifikasi permainan bola tangan bagi peserta didik kelas V. Langkah ini dirancang untuk merekonseptualisasi aktivitas fisik agar selaras dengan tahapan tumbuh kembang motorik anak usia sekolah dasar.
Modifikasi tersebut mencakup penyesuaian dimensi ruang gerak, bobot bola yang lebih adaptif, serta simplifikasi regulasi permainan tanpa mereduksi esensi kompetitif yang sehat. Pendekatan ini bertujuan meminimalisasi hambatan teknis yang kerap dialami siswa, sekaligus menstimulasi keterampilan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif secara terpadu.
Praptap Kurniawan menegaskan bahwa pembelajaran PJOK seyogianya tidak sekadar berorientasi pada pencapaian performa atletik semata, melainkan menjadi medium pembentukan karakter dan kecerdasan kinestetik.
“Melalui modifikasi instruksional ini, partisipasi aktif seluruh siswa dapat terwujud secara inklusif. Kami berfokus pada internalisasi nilai-nilai afektif seperti sportivitas, resiliensi, komunikasi taktis, serta kohesi sosial antarsiswa di lapangan,” ungkap Praptap di sela-sela kegiatan pembelajaran.
Antusiasme tampak nyata sepanjang dinamika pembelajaran berlangsung. Para siswa kelas V menunjukkan peningkatan keterlibatan motorik yang signifikan, diiringi kemampuan pemecahan masalah secara kolektif saat merancang strategi menyerang maupun bertahan.
Inisiatif inovatif ini menegaskan komitmen berkelanjutan MIN 3 Bantul dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif, holistik, dan bermakna, guna menyemai generasi yang tangguh secara fisik, emosional, dan intelektual. (agassa)




