Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana kelas 2A MIN 3 Bantul tampak riuh dan penuh semangat pada jam pelajaran Seni Rupa. Di bawah bimbingan guru pengampu Muh. Fadlan, S.Pd.I., para siswa diajak mengasah imajinasi dan ketelitian lewat aktivitas pembelajaran interaktif berbasis metode Match Case (mencari bentuk dan pola warna yang sama).

​Metode Match Case diterapkan untuk membantu siswa tingkat dasar memahami konsep visual, gradasi, serta keteraturan pola warna secara menyenangkan. Dalam kegiatan ini, siswa diminta mengamati berbagai kartu visual, lalu mencari pasangan bentuk serta pola warna yang identik sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

​Muh. Fadlan, S.Pd.I. menjelaskan bahwa pembelajaran Seni Rupa untuk anak usia kelas 2 SD tidak hanya bertujuan untuk melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga membangun kecerdasan spasial dan imajinasi visual.

​”Lewat metode Match Case, anak-anak belajar melatih fokus dan daya ingat visual. Mereka tidak sekadar mewarnai, tetapi diajak berpikir kritis untuk mengenali kesamaan pola, harmoni warna, dan bentuk objek. Hasilnya, imajinasi mereka mengeksplorasi warna jadi lebih terarah,” ujar Fadlan di sela-sela kegiatan pembelajaran.

​Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung. Siswa saling berlomba dengan ceria namun tetap fokus untuk mencocokkan kartu pola warna mereka masing-masing. Metode belajar sambil bermain ini terbukti efektif meningkatkan keterlibatan aktif seluruh siswa di kelas.

​Melalui inovasi pembelajaran seperti ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kreatif, adaptif, dan menyenangkan bagi peserta didik, khususnya dalam mengembangkan potensi seni dan karakter teliti sejak dini. (Agassa)