
Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar Tes Lisan Tahfidz Al-Qur’an sebagai puncak pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap. Ujian akbar ini bukan sekadar evaluasi akademik biasa, melainkan momentum penting untuk mengukur keberhasilan salah satu program unggulan madrasah, yakni program tahfidz.
Uniknya, ujian kali ini mengusung konsep yang mempertemukan tiga elemen esensial dalam pendidikan: siswa, guru, dan orang tua. Kehadiran orang tua secara langsung dalam proses ujian ini diharapkan mampu membangun komunikasi yang intens dan harmonis antara pihak sekolah dan keluarga. Sinergi ini dinilai krusial untuk terus memompa semangat dan motivasi siswa dalam menjaga serta meningkatkan hafalan Al-Qur’an mereka.
Kepala MIN 3 Bantul, Subarniyati, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya Ujian Akbar Tahfidz ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan cerminan nyata dari komitmen madrasah dalam menjaga kualitas pendidikan.
”Ujian Akbar ini adalah wujud nyata dari upaya peningkatan mutu madrasah. Kita ingin memastikan bahwa program unggulan tahfidz ini benar-benar berdampak positif dan progresnya terkawal dengan baik melalui kolaborasi bersama orang tua,” ujar Subarniyati.
Suasana ujian berlangsung dengan khidmat sekaligus haru. Para siswa dengan antusias melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan guru penguji dan disaksikan langsung oleh orang tua mereka. Melalui evaluasi ini, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an. (Agassa)




