Kegiatan yang dimotori oleh guru kelas 1, Muslikhah, S.Pd.I., ini dirancang khusus untuk mengenalkan serta membiasakan tata cara ibadah wajib sejak hari-hari pertama sekolah. Shalat berjama’ah tidak hanya bertujuan untuk menunaikan kewajiban agama, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kekompakan antarsiswa.
“Bimbingan pada usia anak-anak kelas 1 memerlukan kesabaran ekstra. Melalui pembiasaan Shalat Jama’ah Dluhur ini, kami ingin menanamkan fondasi keimanan dan ketakwaan sekaligus mengajarkan tata tertib beribadah secara langsung,” ujar Muslikhah di lingkungan madrasah.
Pendekatan Humanis dan Edukatif
Pada awal masuk madrasah, para siswa kelas 1 sering kali masih memerlukan pendampingan intensif, mulai dari tata cara berwudhu yang benar, mengenakan perlengkapan shalat, hingga mengenali barisan (shaf) shalat berjama’ah. Di bawah bimbingan guru kelas, anak-anak dibimbing secara sabar dan perlahan agar merasa nyaman dan tidak tertekan.
Pendekatan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua murid. Dengan adanya program pembiasaan ini, para orang tua merasa terbantu karena madrasah turut mengawal pembentukan akhlak mulia dan penanaman syariat Islam sejak dini di sekolah.
Menghidupkan Lingkungan Madrasah yang Religius
MIN 3 Bantul secara konsisten berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dan penguatan karakter spiritual. Pembiasaan Shalat Jama’ah Dluhur bagi siswa kelas 1 ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik (habituation) yang melekat hingga mereka dewasa, menjadikan ibadah bukan lagi sebuah beban, melainkan kebutuhan sehari-hari.
Melalui langkah nyata yang dimotori oleh para pendidik seperti Muslikhah, MIN 3 Bantul terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan dasar Islam yang handal dalam mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan cinta agama. (Agassa)