Bantul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul menggelar Asesmen Sumatif mata pelajaran Akidah Akhlak bagi siswa kelas 3 pada Kamis (30/04). Berbeda dengan evaluasi konvensional, asesmen kali ini fokus pada materi Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim AS dengan mengintegrasikan aspek literasi dan numerasi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini diampu langsung oleh Ahmad Agus Salim, Lc. Beliau menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini menuntut siswa tidak hanya sekadar menghafal cerita, tetapi juga mampu menganalisis teks dan mengolah data sederhana yang berkaitan dengan konten keagamaan.

Inovasi Soal: Bukan Sekadar Hafalan

Dalam asesmen ini, siswa dihadapkan pada soal-soal yang melatih logika berpikir. Beberapa aspek yang ditekankan antara lain:

  • Literasi Membaca: Siswa diminta menganalisis narasi mengenai pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim AS. Mereka harus menentukan ide pokok paragraf dan menyimpulkan nilai keberanian dalam menegakkan tauhid dari teks yang disajikan.

  • Numerasi dalam Sejarah: Unsur numerasi muncul melalui penyajian garis waktu (timeline) usia dan periode dakwah Nabi Ibrahim AS. Siswa dilatih menghitung selisih tahun atau mengurutkan silsilah keluarga menggunakan logika matematika sederhana.

  • Analisis Perbandingan: Membandingkan situasi masyarakat Babilonia sebelum dan sesudah dakwah Nabi Ibrahim menggunakan tabel sederhana untuk melatih ketelitian data.

“Kami ingin memastikan siswa memiliki daya nalar yang kritis. Melalui literasi, mereka memahami ‘mengapa’ Nabi Ibrahim bertindak demikian, dan melalui numerasi, mereka memahami konteks waktu serta urutan peristiwa secara lebih presisi,” ujar Ahmad Agus Salim.

Antusiasme Siswa

Para siswa tampak antusias mengerjakan soal-soal yang variatif tersebut. Penggunaan stimulus berupa gambar dan tabel membantu siswa yang memiliki gaya belajar visual untuk lebih mudah memahami maksud soal.

Kepala MIN 3 Bantul memberikan apresiasi atas inovasi ini. Integrasi literasi dan numerasi dalam mata pelajaran agama diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga cerdas secara intelektual dan adaptif terhadap pola asesmen standar nasional. (Agassa)