
Bantul – Suasana Ramadhan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul tahun ini tampak berbeda. Sebuah instalasi unik menyerupai pohon berdiri megah di lingkungan sekolah, menarik perhatian para siswa. Bukan sekadar hiasan, pohon ini dikenal dengan sebutan “Pohon Ramadhan”, sebuah media edukasi spiritual yang sarat akan makna filosofis.
Terinspirasi dari Hadits Kedermawanan
Ide kreatif ini lahir dari tangan dingin para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MIN 3 Bantul. Konsepnya berakar dari sebuah hadits yang mengisahkan tentang pohon kedermawanan di surga. Konon, ranting-ranting pohon tersebut menjulur hingga ke dunia. Barangsiapa yang memegang erat rantingnya melalui amal kebaikan, maka pohon itu akan menuntunnya menuju jalan ke surga.
”Kami ingin menghadirkan visualisasi dari nilai-nilai kedermawanan dan harapan. Melalui Pohon Ramadhan ini, siswa diajak untuk lebih dekat dengan impian dan doa mereka selama bulan suci,” ujar salah satu perwakilan guru PAI.
Gantungan Doa dan Harapan Siswa
Inovasi ini menciptakan momen emosional bagi para siswa. Secara bergantian, mereka menuliskan doa-doa terbaik, harapan masa depan, hingga impian yang ingin dicapai pada secarik kertas berwarna-warni. Kertas-kertas tersebut kemudian digantungkan pada dahan-dahan pohon, menciptakan pemandangan indah yang penuh dengan “energi positif”.
Setiap kertas yang menggantung menyimpan cerita unik:
- Doa tulus untuk orang tua dan guru.
- Cita-cita menjadi pribadi yang lebih baik.
- Impian besar untuk masa depan yang sukses.
Lebih dari Sekadar Simbol
Pohon Ramadhan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa setiap niat baik dan doa yang dipanjatkan di bulan Ramadhan adalah langkah nyata menuju keberkahan. Dengan menggantungkan doa di “ranting dunia”, para siswa diajarkan untuk memiliki kemauan kuat dalam menggapai ridha Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, MIN 3 Bantul berhasil membuktikan bahwa penanaman karakter religius dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
”Barangsiapa yang memegang ranting pohon kedermawanan itu, maka dia akan ditunjukkan jalan menuju surga.” (Agassa)




