Bantul – Dalam upaya mewujudkan tata kelola data pendidik dan tenaga kependidikan yang lebih akurat dan terintegrasi, Operator Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menghadiri kegiatan sosialisasi aplikasi Emis GTK.IMP. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul pada Selasa (24/2).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para operator madrasah mengenai fitur-fitur terbaru dalam aplikasi Emis (Education Management Information System), khususnya pada modul GTK.IMP (Guru dan Tenaga Kependidikan – Informasi Manajemen Pendidik).

Aplikasi ini menjadi instrumen vital karena data yang diinput akan menjadi acuan utama dalam penyaluran tunjangan profesi guru, pemetaan kebutuhan guru dan proses administrasi kepegawaian lainnya di lingkungan Kemenag.

Perwakilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Bantul dalam sambutannya menekankan bahwa peran operator adalah ujung tombak transformasi digital madrasah. Kesalahan input data sekecil apa pun dapat berdampak pada hak-hak administratif para guru.

“Akurasi data bukan hanya soal angka, tapi soal kesejahteraan dan kepastian karier bapak ibu guru di madrasah,” ujar bagian Penmad Kemenag Bantul.

Ayu, Operator MIN 3 Bantul menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat membantu dalam memahami alur baru sistem integrasi data. Dengan adanya aplikasi Emis GTK.IMP, diharapkan proses sinkronisasi data antara satuan kerja dan pusat menjadi lebih cepat dan minim eror.

Dengan mengikuti kegiatan ini, MIN 3 Bantul berkomitmen untuk terus memperbarui data secara berkala demi mendukung program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Agama. (Agassa)