Bantul – Mengungkapkan isi hati dan berani tampil di depan publik bukanlah perkara mudah bagi sebagian besar anak usia sekolah dasar. Namun, bagi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, tantangan tersebut justru menjadi santapan mingguan yang menyenangkan melalui kegiatan Ekstrakurikuler Muhadlarah.

​Di bawah bimbingan  Ustadz Ahmad Agus Salim, kegiatan ini bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi para siswa untuk membentuk karakter yang percaya diri, santun, dan komunikatif.

Lebih dari Sekadar Pidato

​Muhadlarah di MIN 3 Bantul bukan hanya sekadar latihan berpidato atau ceramah. Ustadz Ahmad Agus Salim menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah kejujuran dalam berekspresi.

​”Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal teks, tetapi berani mengungkapkan apa yang ada di pikiran dan hati mereka. Public speaking adalah tentang koneksi, bukan sekadar kata-kata,” ujar Ustadz Ahmad dalam salah satu sesi latihan.

Metode Bimbingan yang Humanis

​Dalam setiap pertemuannya, Ustadz Ahmad menerapkan pendekatan yang suportif. Siswa diajarkan beberapa teknik utama:

  • Olah Vokal: Mengatur intonasi agar pesan tersampaikan dengan jelas.
  • Bahasa Tubuh: Membangun kepercayaan diri melalui gestur yang tepat.
  • Manajemen Demam Panggung: Teknik pernapasan dan mental agar tetap tenang di hadapan audiens.

Dampak Positif bagi Siswa

​Hasilnya mulai terlihat nyata. Banyak siswa yang awalnya pemalu kini mulai berani mengajukan diri sebagai petugas upacara maupun pengisi acara di berbagai kegiatan madrasah. Orang tua siswa pun menyambut baik program ini karena melihat perkembangan signifikan pada kemampuan komunikasi anak-anak mereka di rumah.

​Dengan adanya ekstra Muhadlarah ini, MIN 3 Bantul membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill mumpuni untuk menjadi pemimpin di masa depan. (Agassa)