
BANTUL – Mengawali babak baru dalam proses belajar mengajar, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar prosesi adat Jawa bertajuk “Tetebah” pada hari senin, 12 Januari 2026. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan doa sebelum guru dan siswa resmi menempati gedung ruang kelas baru yang dibangun melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Simbol Pembersihan Lahir dan Batin
Secara harfiah, Tetebah berasal dari bahasa Jawa yang berarti bersih-bersih atau menyapu. Namun dalam konteks budaya, prosesi ini bermakna lebih dalam, yakni membersihkan lingkungan dari energi negatif serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar gedung baru tersebut membawa keberkahan dan prestasi bagi seluruh warga madrasah.
Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk nguri-nguri kabudayan (melestarikan budaya) sekaligus menanamkan karakter religius-kultural kepada para siswa.
”Gedung SBSN ini adalah amanah besar. Dengan prosesi Tetebah, kita awali pemanfaatannya dengan niat yang bersih, hati yang syukur, dan doa agar dari ruangan-ruangan kelas ini lahir generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Rangkaian Acara Khidmat
Prosesi dimulai dengan doa bersama dan mujahadah yang diikuti oleh seluruh guru, pegawai, serta perwakilan komite sekolah. Puncak acara ditandai dengan pembersihan simbolis sudut-sudut gedung baru menggunakan pemercikan air suci yang telah didoakan.
Setelah prosesi bersih-bersih usai, acara dilanjutkan dengan kembul bujana atau makan bersama sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan antar warga madrasah.
Gedung SBSN: Fasilitas Modern, Semangat Baru
Gedung baru yang bersumber dari dana SBSN ini memiliki fasilitas yang jauh lebih representatif dibanding bangunan sebelumnya. Dengan desain yang modern dan ramah anak, diharapkan gedung ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta efektivitas kerja para pendidik.
Kehadiran gedung baru ini juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah di wilayah Bantul, khususnya dalam penyediaan sarana prasarana yang memadai. (Agassa)





