Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana hening malam di bumi perkemahan mendadak bergemuruh penuh takjub dan tepuk tangan meriah. Puluhan pasang mata penuh binar menyaksikan lidah api pertama menjulang ke angkasa, memecah dinginnya malam dalam prosesi sakral Api Unggun Perkemahan Jum’at-Sabtu (Perjusa) MIN 3 Bantul.

Kegiatan kepramukaan yang dihelat selama dua hari penuh, 2 hingga 3 Oktober 2026, menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa pantang menyerah tunas-tunas muda madrasah.

Malam puncak perkemahan ini bukan sekadar pertemuan di sekeliling kayu bakar. Dalam amanatnya, Kepala MIN 3 Bantul, Subarniyati, menyampaikan pesan mendalam mengenai filosofi api unggun yang menjadi simbol pemersatu dan penerang langkah kehidupan.

“Api ini bukan sekadar membakar kayu dan menghangatkan badan. Kobaran api unggun adalah lambang semangat juang yang pantang padam di dada setiap Pramuka. Panasnya melambangkan kekuatan tekad, terangnya menghalau kegelapan keraguan, dan baranya adalah kebersamaan yang kokoh. Seperti api yang selalu menjulang ke atas, cita-cita generasi MIN 3 Bantul pun harus membubung tinggi ke langit kejayaan,” tegas Subarniyati disambut tepuk tangan membahana dari seluruh peserta.

Suasana kian syahdu saat 10 dasadarma Pramuka diikrarkan bergantian, mengiringi lidah api yang kian membesar, membakar keraguan dan menyalakan optimisme para peserta didik.

Usai prosesi api unggun, momentum beralih menjadi hening dan penuh haru saat memasuki agenda Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu. Para calon Penggalang Ramu maju dengan langkah tegap, menatap sang saka Merah Putih di hadapan Kamabigus, para pembina, serta rekan-rekan seperjuangan.

Pengucapan Trisatya: Dengan meletakkan tangan kanan di dada, ikrar janji setia diucapkan secara serempak dan lantang.

Penyematan Tanda Pelantikan: Subarniyati menyematkan langsung Tanda Kecakapan Umum (TKU) Penggalang Ramu kepada perwakilan siswa sebagai penanda kenaikan tingkat dan bertambahnya tanggung jawab moral.

Pesan Pembina: Ditekankan bahwa tingkatan “Ramu” adalah fondasi awal untuk terus meramu ilmu, akhlak mulia, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan malam itu kemudian ditutup dengan atraksi pentas seni kreasi regu yang sarat tawa, kekompakan, dan persaudaraan sejati. Perjusa MIN 3 Bantul 2026 membuktikan bahwa dari madrasah, lahir tunas-tunas bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menyongsong masa depan dengan bara semangat yang tak pernah padam. (Agassa)