BANTUL (MIN 3 Bantul) — Harmoni antara kreativitas seni, kepedulian ekologis, dan nilai luhur religiusitas terpotret apik dalam perhelatan akbar Gelar Karya Kokurikuler yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional di MIN 3 Bantul. Dalam atmosfer apresiasi karya yang dinamis tersebut, delegasi peserta didik dari Kelas 2A berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai Juara Pertama Lomba Ecoprint kategori Fase A (Kelas 1 dan 2).

Karya batik ecoprint yang memikat dewan juri ini merupakan hasil eksplorasi visual dan kolaborasi artistik empat siswi berbakat:

Almahyra Khanza Putri Nugroho

Arsyila Putri Ramadhani

Arsyila Yasmin Azizah

Athaya Aza Khafidzah

Eksplorasi Ekologis dan Dimensi Estetika Fase A

Melalui teknik cetak alami (ecoprint), para siswi belia ini mentransformasikan dedaunan lokal menjadi guratan pigmen alami di atas bentangan kain mori. Komposisi serat, bentuk tulang daun, dan perpaduan gradasi warna tanah menghadirkan keanggunan visual yang natural sekaligus ramah lingkungan. Eksplorasi ini bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan wujud pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan kecintaan pada kelestarian alam (green lifestyle) dengan ketajaman estetika sejak usia dini.

Momentum perhelatan ini terasa kian bermakna karena diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri. Di bawah payung penguatan karakter Kurikulum Merdeka dan nilai-nilai keislaman, proses berkarya mencerminkan etos santri: telaten, bersungguh-sungguh (mujahadah), dan senantiasa menjaga keharmonisan alam ciptaan Ilahi.

Sinergi Kolaboratif: Guru dan Guyub Rukun POT

Capaian gemilang ini merefleksikan keberhasilan ekosistem pendidikan partisipatif yang terbangun di lingkungan MIN 3 Bantul. Keberhasilan delegasi Kelas 2A tidak lepas dari arahan terstruktur dan bimbingan pedagogis guru kelas, Moh. Fadlan, yang mendampingi serta memantik potensi estetis para peserta didik sejak tahap kurasi bahan hingga proses fiksasi warna.

Di samping itu, dukungan moral, material, dan kehadiran aktif dari segenap wali murid yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua (POT) Kelas 2A menjadi pilar penting di balik pencapaian ini. Guyub rukun dan komitmen kolaboratif POT membuktikan bahwa keberhasilan proses pembelajaran dan kokurikuler bertumpu pada kemitraan harmonis antara madrasah, pendidik, dan keluarga.

Prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik di lingkungan MIN 3 Bantul untuk terus bereksplorasi, melahirkan inovasi artistik yang berkarakter, dan senantiasa membanggakan madrasah di berbagai medan kreativitas. (agassa)