Bantul (MIN 3 Bantul) — Pembelajaran bermakna terus dihadirkan di lingkungan madrasah guna menstimulasi pemahaman konsep konkrit peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan karya (project-based learning sederhana), siswa kelas 2A MIN 3 Bantul diajak mengenal bangun ruang dengan membuat model kubus menggunakan kertas warna-warni, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan yang diampu oleh guru kelas 2A, Moh. Fadlan, ini dirancang untuk menjembatani peralihan pola pikir anak dari fase representasi visual menuju pemahaman struktural objek tiga dimensi.

Moh. Fadlan menjelaskan bahwa pengenalan bangun ruang di jenjang kelas rendah memerlukan media konkret agar konsep abstrak matematika dapat diserap secara optimal. Melalui aktivitas menggunting, melipat pola jaring-jaring, dan merekatkan sisi-sisi kertas asturo warna-warni, siswa dapat mengamati secara langsung karakteristik fisik bangun ruang tersebut.

“Secara teori, mengenalkan istilah sisi, rusuk, dan titik sudut pada anak usia kelas dua akan jauh lebih efektif saat mereka menyentuh dan menyusun objeknya sendiri. Saat merakit jaring-jaring menjadi kubus yang utuh, mereka membuktikan langsung bahwa kubus terbentuk dari enam bidang datar persegi yang kongruen,” terang Moh. Fadlan.

Selain memperkuat literasi numerasi dasar, integrasi karya tangan ini secara terarah melatih koordinasi motorik halus, ketelitian, serta daya spasial siswa. Suasana kelas tampak interaktif dan kondusif; para siswa antusias memilih variasi warna pada tiap sisi bangun kubus yang mereka rakit hingga tuntas menjadi sebuah karya mandiri.

Penerapan metode pembelajaran berbasis praktik ini sejalan dengan komitmen MIN 3 Bantul dalam menghadirkan iklim belajar yang aktif, eksploratif, dan menyenangkan, sekaligus meletakkan fondasi kognitif yang kuat untuk kompetensi matematika di jenjang berikutnya. (agassa)