Yogyakarta (MIN 3 Bantul) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Subarniyati, S.Pd.I., M.Pd., menghadiri agenda pembinaan aparatur sipil negara yang disampaikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum strategis ini diselenggarakan guna memperkuat konsolidasi birokrasi serta menegaskan arah kebijakan kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam pemaparannya, Menag Nasaruddin Umar menggarisbawahi urgensi implementasi Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama sebagai instrumen transformasi layanan publik dan penguatan tata kelola keagamaan. Beliau menegaskan bahwa Asta Protas dirancang untuk merespons dinamika sosial-keagamaan kontemporer melalui pendekatan yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas. Penerapan program-program prioritas tersebut menuntut restrukturisasi pola kerja birokrasi, akselerasi digitalisasi tata kelola, optimalisasi mutu pendidikan keagamaan, serta peneguhan moderasi beragama secara substantif di tingkat akar rumput.

“Asta Protas bukan sekadar dokumen program kerja, melainkan komitmen institusional yang harus terinternalisasi dalam etos kerja seluruh jajaran. Penguatan integritas dan orientasi kemanfaatan publik harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan setiap unit kerja,” tegas Menag di hadapan jajaran pimpinan satuan kerja se-DIY.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala MIN 3 Bantul, Subarniyati, menyampaikan komitmennya untuk mengontekstualisasikan Asta Protas ke dalam tata kelola institusi madrasah. Menurutnya, madrasah memegang peran krusial sebagai fondasi pembentukan karakter dan transmisi nilai-nilai keagamaan yang inklusif sejak usia dini

“Kehadiran dalam pembinaan ini memberikan kerangka kerja yang jelas bagi MIN 3 Bantul. Kami berkomitmen menyelaraskan program madrasah dengan Asta Protas Kemenag, khususnya dalam peningkatan kompetensi pedagogik tenaga pendidik, integrasi literasi digital dalam proses pembelajaran, serta penguatan lingkungan belajar yang ramah anak dan toleran,” ujar Subarniyati usai kegiatan.

Partisipasi pimpinan madrasah dalam forum pembinaan ini diharapkan mampu mengakselerasi transfer kebijakan kementerian ke tingkat operasional, sekaligus memantapkan posisi MIN 3 Bantul sebagai lembaga pendidikan dasar yang adaptif terhadap transformasi kelembagaan Kementerian Agama. (agassa)