
Bantul (MIN 3 Bantul) — Menyambut pelaksanaan kegiatan kokurikuler semester ganjil tahun ajaran 2026/2027, civitas akademika MIN 3 Bantul menggelar rapat koordinasi teknis bertempat di ruang guru madrasah pada Rabu (07/10/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk merancang alur kegiatan terpadu yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026 mendatang.
Rangkaian kokurikuler tahun ini dirancang komprehensif melalui tiga tahapan utama: diawali sosialisasi dan pembekalan materi pada hari pertama, dilanjutkan sesi praktik eksploratif di hari kedua, serta ditutup dengan perhelatan gelar karya sebagai puncak apresiasi kreativitas peserta didik di hari ketiga.
Ketua Panitia Kegiatan, Diana Fitri Umami, menyampaikan bahwa tema karya tiap fase disesuaikan dengan tahapan perkembangan motorik, kepekaan lingkungan, serta nalar sains siswa.
“Melalui kegiatan terstruktur ini, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga langsung mengalami proses mencipta. Setiap fase memiliki fokus proyek yang kontekstual, ramah lingkungan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” tutur Diana dalam paparannya saat memimpin rapat.
Adapun pembagian karya proyek berbasis fase meliputi:
Fase A (Kelas 1–2): Berkreasi membuat taplak meja motif alami (ecoprint/leaf printing) berbahan dasar media dedaunan di sekitar madrasah guna melatih motorik halus dan mengenalkan flora lokal.
Fase B (Kelas 3–4): Membuat wayang kreasi dari bahan bekas dan limbah kardus/plastik untuk menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus melestarikan kecintaan pada seni tradisi.
Fase C (Kelas 5–6): Merancang instalasi penjernih/filter air sederhana sebagai implementasi literasi sains, problem solving, dan pemahaman sanitasi air bersih.
Rapat koordinasi berjalan lancar dengan mematangkan kesiapan logistik, pembagian pendampingan guru kelas, serta skema penataan stan pameran gelar karya. Melalui persiapan matang ini, MIN 3 Bantul berharap agenda kokurikuler mendatang mampu menjadi ruang ekspresi yang menggugah nalar kritis, kemandirian, dan gotong royong seluruh peserta didik.




