Bantul (MIN 3 Bantul). Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul, Praptap Kurniawan, S.Pd., secara rutin mengingatkan para siswanya mengenai krusialnya melakukan sesi pemanasan (warming up) sebelum memulai praktik olahraga inti. Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama untuk meminimalisir risiko cedera sekaligus memaksimalkan performa siswa di lapangan.

Menurut Praptap, pemanasan seringkali dianggap remeh oleh sebagian anak-anak karena mereka sudah tidak sabar ingin langsung bermain atau mencoba gerakan inti olahraga. Padahal, persiapan fisik tersebut memiliki peran fisiologis yang sangat vital bagi tubuh.

“Pemanasan bukan sekadar formalitas atau gerakannya asal-asalan. Melalui pemanasan yang benar, suhu tubuh akan meningkat, aliran darah menuju otot menjadi lebih lancar, serta otot dan persendian menjadi lebih lentur sehingga anak-anak terhindar dari risiko kram, terkilir, atau cedera otot yang lebih serius,” ujar Praptap di lingkungan madrasah.

Selain manfaat fisik, pemanasan juga berfungsi sebagai transisi mental bagi siswa untuk memfokuskan pikiran mereka dari suasana kelas ke aktivitas fisik. Hal ini turut membantu meningkatkan koordinasi gerak tubuh, kelenturan, dan kesiapan refleks anak selama mengikuti pembelajaran praktik olahraga.

Praktik penerapan pemanasan ini selalu diintegrasikan di setiap awal jam pelajaran PJOK di MIN 3 Bantul. Para siswa diajak melakukan gerakan peregangan dinamis dan statis secara terpimpin sebelum mereka diperbolehkan mengakses peralatan olahraga atau masuk ke materi inti permainan.

Melalui edukasi yang konsisten ini, MIN 3 Bantul berharap para siswa tidak hanya sehat secara jasmani melalui olahraga, tetapi juga memiliki kesadaran literasi kesehatan dan keselamatan diri sejak dini yang dapat diterapkan baik di lingkungan madrasah maupun dalam aktivitas sehari-hari di rumah. (Agassa)