Bantul (MIN 3 Bantul). Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi keunggulan akademik dan kelembagaan. Dedikasi tersebut tercermin melalui torehan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dua figur pendidik MIN 3 Bantul berhasil membawa pulang penghargaan kehormatan berkat inovasi, kepemimpinan, dan konsistensi dedikasi mereka dalam ekosistem pendidikan madrasah.

Transformasi Kepemimpinan dan Inovasi Pedagogik

Penghargaan pertama diraih oleh Kepala MIN 3 Bantul, Subarniyati, yang berhasil meraih predikat Juara 3 Kepala Dedikatif Tingkat D.I. Yogyakarta. Raihan ini dinilai sangat kompetitif mengingat kategori tersebut mencakup integrasi penilaian antarinstitusi madrasah lintas jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-DIY. Capaian ini merefleksikan kepemimpinan transformasional serta manajemen tata kelola madrasah yang konsisten berorientasi pada kemajuan peserta didik.

Prestasi berikutnya ditorehkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahmad Agus Salim, yang berhasil menyabet Juara 2 Guru Inspiratif Tingkat D.I. Yogyakarta. Pengakuan akademik ini diberikan atas dedikasi dan metodologi pembelajaran kreatif yang dihadirkannya di dalam kelas, membuktikan bahwa peran pendidik tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan juga menginspirasi karakter dan etos belajar siswa.

Motivasi Penguatan Mutu Madrasah

Ajang Anugerah GTK yang dihelat Kanwil Kemenag DIY ini merupakan ruang rekognisi resmi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan yang menunjukkan kinerja di atas standar, dedikasi tanpa henti, serta dampak nyata bagi dunia pendidikan Islam.

Keberhasilan ganda ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar MIN 3 Bantul, tetapi juga menjadi stimulan strategis untuk memperkuat iklim akademik, memantik inovasi pembelajaran berkelanjutan, dan memacu seluruh civitas akademika madrasah agar terus menyumbangkan karya terbaik bagi kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia. (Agassa)