Bantul — Suasana kelas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul tampak berbeda dari biasanya. Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Fikih kali ini terasa jauh lebih hidup, dinamis, dan penuh keceriaan berkat pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas.

Guru pengampu mata pelajaran Fikih, Ahmad Agus Salim, Lc., MA., menghadirkan inovasi pembelajaran dengan memadukan metode pembagian kelompok belajar dan pemanfaatan platform kuis interaktif berbasis digital, Kahoot.

Inovasi Pembelajaran yang Menarik Minat Siswa

Dalam kegiatan tersebut, para murid dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar kecil. Sistem kelompok ini dirancang untuk menumbuhkan kerja sama, melatih komunikasi antarteman sebaya, serta mendiskusikan materi Fikih yang sedang diajarkan sebelum tantangan kuis dimulai.

Puncak keseruan terjadi ketika layar proyektor menampilkan soal-soal kuis Kahoot. Para siswa dengan antusias memegang gawai secara berkelompok untuk menjawab setiap pertanyaan dengan cepat dan tepat. Iringan musik khas Kahoot serta pergerakan papan skor (leaderboard) yang tampil secara langsung (real-time) kian memicu adrenalin dan semangat belajar anak-anak.

“Pembelajaran Fikih tidak harus monoton. Melalui game-based learning seperti Kahoot yang dikolaborasikan dengan diskusi kelompok, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami konsep sekaligus terlatih untuk berpikir cepat secara kolaboratif,” ungkap Ahmad Agus Salim.

Lahirkan Semangat Kompetisi yang Sehat

Inovasi pembelajaran ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para murid. Terlihat jelas adanya semangat saling berkompetisi yang positif di antara kelompok-kelompok belajar yang ada. Setiap kelompok berusaha memberikan jawaban terbaik agar nama mereka bertengger di peringkat atas, namun tetap dibalut dalam suasana kebersamaan dan sportivitas yang tinggi.

Melalui pendekatan kreatif ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen untuk menghadirkan iklim pendidikan madrasah yang menyenangkan, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi nilai-nilai keagamaan. (Agassa)