
Bantul — MIN 3 Bantul menggelar Lomba Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) antarkelas sebagai wadah pembentukan karakter dan asah bakat dakwah peserta didik sejak dini. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lomba Pildacil ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kecakapan retorika, serta penanaman nilai-nilai keislaman dan nasionalisme pada generasi muda. Melalui mimbar dakwah sederhana ini, madrasah berupaya mencetak bibit unggul da’i cilik yang siap menjadi teladan bagi masa depan bangsa dan agama.
Sorotan Penampilan dan Antusiasme Peserta
Setiap perwakilan kelas tampil percaya diri membawakan materi tausiyah seputar keteladanan akhlak Rasulullah SAW dan spirit perjuangan mengisi kemerdekaan. Penampilan para peserta dinilai secara profesional dan objektif oleh dewan juri madrasah:
Muslikhah, S.Pd.I. — Menilai aspek penguasaan materi, keutuhan dalil Al-Qur’an/Hadis, dan kefasihan pelafalan (makhraj).
Inayah, S.Pd. — Menilai aspek artikulasi vokal, intonasi suara, ekspresi mimik, serta kesesuaian busana dan adab panggung.
Kriteria penilaian difokuskan pada kedalaman pesan keagamaan yang disampaikan secara komunikatif dan berbobot sesuai tingkatan usia siswa madrasah ibtidaiyah.
Komitmen Pembinaan Karakter
Pihak madrasah menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi meraih juara, melainkan panggung pembiasaan agar anak berani menyuarakan kebaikan (amar ma’ruf nahi munkar). Diharapkan melalui pembinaan berkelanjutan, lulusan MIN 3 Bantul tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki bekal kepemimpinan dan kecintaan mendalam pada syiar Islam serta tanah air. (Agassa)





