
Bantul (MIN 3 Bantul). Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus berkomitmen menguatkan pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini. Pembiasaan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan praktik pembacaan dzikir sesudah shalat bagi siswa Kelas 1 A, bertempat di mushala madrasah.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pembelajarannya, guru menerapkan kombinasi metode Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Auditory Imitation (peniruan berbasis audio/suara). Guru memandu bacaan dzikir secara eksplisit dengan artikulasi yang jelas dan volume bersuara keras (loud recitation), yang kemudian ditirukan secara serentak oleh seluruh siswa.
Pendekatan ini dipilih secara terencana untuk menyesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak usia dini (fase operasional konkret). Melalui stimulasi auditori yang konstan dan peniruan secara berulang (repetitive learning), siswa dapat lebih cepat menginternalisasi, memprosedurkan, serta menghafal lafaz-lafaz dzikir dengan tajwid dan makhraj yang tepat.
”Bagi siswa kelas satu, pembelajaran fikih ibadah dan pembiasaan dzikir tidak cukup hanya dengan teori di dalam kelas. Diperlukan pemodelan langsung (direct modeling) yang memanfaatkan modalitas auditori dan kinestetik siswa agar bacaan yang diucapkan terpatri dengan kuat dalam memori jangka panjang (long-term memory) mereka,” ujar Agus, Guru PAI MIN 3 Bantul.
Pelaksanaan shalat berjamaah dan latihan dzikir berpandu ini diproyeksikan menjadi pondasi pembentukan karakter spiritual (spiritual quotient) siswa, sekaligus membentuk pembiasaan ibadah yang mandiri, tertib, dan konsisten sejak awal jenjang pendidikan dasar. (Agassa)




