Bantul (MIN 3 Bantul) – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan inklusivitas di lingkungan pendidikan, dua guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari MIN 3 Bantul ditugaskan menjadi panitia dalam workshop bertajuk “Penerapan Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI-BA”, yaitu Agus dan Fajar. Acara ini berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk menyelaraskan kurikulum agama dengan prinsip moderasi yang menjadi program prioritas Kementerian Agama.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berkompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, yaitu Ahmad Subkan dan Samsul Falak. Keduanya memaparkan strategi praktis mengenai cara mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab (PAI-BA) agar lebih mudah diterima oleh peserta didik.

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi internalisasi Nilai, Cara menyisipkan sikap tawasut (moderat) dalam diskusi kelas. Analisis Materi, memilah konten pembelajaran yang berpotensi disalahartikan dan meluruskannya dengan perspektif moderasi. Metode Pengajaran, penggunaan pendekatan dialogis yang menghargai perbedaan pendapat di antara siswa.

Keterlibatan dua guru dari MIN 3 Bantul sebagai panitia menunjukkan kepercayaan instansi terhadap kualitas SDM madrasah tersebut. Selain memastikan acara berjalan lancar secara teknis, kehadiran mereka juga menjadi sarana transfer of knowledge yang akan langsung diimplementasikan di lingkungan MIN 3 Bantul.

“Moderasi beragama bukan berarti mendangkalkan akidah, melainkan memperkuat cara kita menghargai sesama dalam bingkai keagamaan yang sehat,” ujar Subkan, salah satu pemateri dalam sesi tersebut.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan guru-guru PAI di Kabupaten Bantul, khususnya di MIN 3 Bantul, mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan bijak dalam beragama. (Agassa)