Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana ruang kelas 6B MIN 3 Bantul tampak semarak dan penuh antusiasme pada pembelajaran Seni Rupa, Rabu (07/10/2026). Di bawah bimbingan guru pengampu Seni Rupa, Hajar Utami, S.Pd., para siswa diajak mengasah keterampilan motorik halus dan kreativitas melalui praktik teknik makrame dasar, yakni membuat simpul gordin (curtain knot).

Praktik ini bertujuan mengenalkan seni kriya tekstil sederhana kepada peserta didik sekaligus melatih kesabaran, ketelitian, dan daya fokus. Simpul gordin sendiri merupakan salah satu teknik simpul berkait yang kerap diaplikasikan untuk merangkai tirai, hiasan dinding, maupun pembatas ruangan bernilai estetis.

Sebelum praktik dimulai, Hajar Utami memberikan demonstrasi langkah demi langkah cara menata helai benang, menentukan simpul awal, hingga menjaga kerapian tarikan simpul agar jalinan motif terbentuk sejajar dan kokoh.

“Melalui teknik membuat simpul gordin ini, anak-anak tidak hanya belajar menghasilkan karya seni fungsional, tetapi juga dilatih kesabarannya. Setiap tarikan simpul membutuhkan ritme dan ketelitian agar hasilnya rapi serta simetris,” terang Hajar di sela-sela mendampingi siswa.

Dengan telaten, para siswa kelas 6B mengikuti arahan sembari saling berdiskusi dan membantu teman sebangku. Gelak tawa dan decak kagum terdengar saat jalinan simpul yang mereka kerjakan perlahan mulai membentuk pola berulang yang indah.

Kepala MIN 3 Bantul mengapresiasi pembelajaran berbasis praktik langsung (experiential learning) seperti ini. Diharapkan kegiatan keterampilan tangan tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berkarya serta menginspirasi mereka untuk menciptakan pernak-pernik bernilai guna dari bahan-bahan di sekitar.

Kegiatan pembelajaran ditutup dengan sesi apresiasi, di mana setiap siswa memperlihatkan hasil simpul gordin yang berhasil mereka selesaikan untuk dinilai dan dipajang di sudut karya kelas. (Agassa)