Bantul (MIN 3 Bantul) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan konsep yang unik dan edukatif. Mengangkat tema berbasis prestasi, kegiatan ini menggabungkan penanaman nilai spiritual melalui metode dongeng dengan berbagai kompetisi kreativitas siswa.

​Meneladani Kisah Rasul lewat Dongeng

​Acara dimulai dengan sesi tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz Ahmad Agus Salim. Berbeda dengan ceramah pada umumnya, Ustadz Ahmad membawakan kisah perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dengan gaya bahasa dongeng.

​Penyampaian yang interaktif dan ekspresif ini sepenuhnya merujuk pada dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits, sehingga para siswa tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan pemahaman teologis yang kuat mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj.

​Mengasah Bakat Lewat Lomba Berjenjang

​Usai menyerap hikmah dari kisah yang disampaikan, kemeriahan berlanjut dengan berbagai perlombaan yang dirancang sesuai tingkatan usia siswa (fase):

  • Fase A (Kelas 1-2): Siswa berkompetisi dalam Lomba Mewarnai bertema Islami untuk melatih motorik halus dan pengenalan warna.
  • Fase B (Kelas 3-4): Siswa menunjukkan kreativitas dalam Lomba Membuat Poster, di mana mereka memvisualisasikan pesan-pesan moral dari peristiwa Isra’ Mi’raj.
  • Fase C (Kelas 5-6): Memasuki era teknologi, siswa mengikuti Cerdas Cermat Digital. Lomba ini menguji wawasan keagamaan siswa menggunakan perangkat teknologi, sekaligus melatih literasi digital mereka.

​Kepala MIN 3 Bantul berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya sekadar memperingati hari besar Islam secara seremonial, tetapi juga mampu mengukir prestasi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. (Agassa)