
Bantul (MIN 3 Bantul) — Suasana ruang kelas 2A MIN 3 Bantul tampak semarak dan penuh warna pada Rabu (23/09/2026). Para siswa mengikuti pembelajaran terpadu yang memadukan muatan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Seni Rupa. Melalui pendekatan lintas disiplin ini, penanaman nilai-nilai dasar negara dikemas secara kreatif lewat pengenalan teori warna primer dan sekunder.
Kegiatan pembelajaran yang diampu oleh guru kelas 2A, Moh. Fadlan, S.Pd.I., bertujuan membentuk karakter cinta tanah air sejak dini dengan metode yang kontekstual serta menyenangkan. Anak-anak diajak memahami makna setiap simbol dan sila dalam Pancasila, kemudian menuangkannya ke dalam karya visual menggunakan eksplorasi warna.
Dalam sesi pembelajaran, siswa terlebih dahulu mengenal warna primer—merah, kuning, dan biru—sebelum bereksperimen mencampurkannya untuk menghasilkan warna sekunder seperti jingga, hijau, dan ungu. Hasil percampuran warna tersebut kemudian diaplikasikan untuk mewarnai berbagai elemen lambang Garuda Pancasila, seperti bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas.
Moh. Fadlan menjelaskan bahwa integrasi ini dirancang agar pemahaman siswa kelas rendah tidak berhenti pada hafalan teks semata.
“Anak-anak usia kelas dua belajar lebih optimal melalui pengalaman visual dan kinestetik. Saat mereka mencampur warna merah dan putih atau memberi warna pada simbol-simbol sila Pancasila, di situ kita selipkan pesan tentang persatuan, gotong royong, dan rasa bangga terhadap bangsa,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias bereksplorasi dengan kuas dan krayon. Mereka tidak hanya belajar membedakan kategori warna, tetapi juga saling berbagi alat gambar dan bekerja sama dengan rapi, mencerminkan nilai pengamalan Pancasila secara langsung di dalam kelas.
Melalui pembelajaran terpadu semacam ini, MIN 3 Bantul terus mendorong inovasi pembelajaran yang memadukan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penanaman nilai kebangsaan yang dipadukan dengan ekspresi seni diharapkan mampu melekatkan karakter cinta tanah air secara alami dan membekas dalam ingatan siswa. (Agassa)




