
Bantul (MIN 3 Bantul) — Dalam rangka optimalisasi capaian pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada domain aktivitas senam ketangkasan (gymnastics), peserta didik kelas VI MIN 3 Bantul melaksanakan asesmen formatif berupa praktik gerak salto (somersault) berbantukan matras busa densitas tinggi, bertempat di aula serbaguna madrasah.
Kegiatan pembelajaran ini diampu langsung oleh guru PJOK, Praptap Kurniawan, S.Pd. Pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada penguasaan tahapan biomekanika gerak, yang mencakup fase awalan (run-up/take-off), tolakan (rejection), putaran di udara (flight and rotation), hingga fase pendaratan (landing) dengan menjaga pusat gravitasi tubuh agar tetap stabil.
Praptap Kurniawan, S.Pd., menjelaskan bahwa pengenalan materi senam ketangkasan tingkat lanjut pada fase ini bertujuan melatih koordinasi motorik kasar, persepsi spasial, kelenturan, serta membangun resiliensi dan keberanian peserta didik secara terukur.
“Aktivitas gerak salto menuntut integrasi antara kekuatan otot tungkai saat melakukan tolakan dan kesadaran kinestetik saat rotasi tubuh berlangsung. Untuk meminimalisasi risiko cedera (injury prevention), kami menerapkan prosedur operasional standar keamanan yang ketat melalui pemasangan matras pengaman berlapis serta pemberian bantuan aktif (spotting) secara bertahap kepada setiap siswa,” terang Praptap di sela-sela pendampingan.
Secara pedagogis, proses pembelajaran dirancang melalui pendekatan diferensiasi dan scaffolding. Sebelum mencoba putaran penuh, peserta didik terlebih dahulu mengulang pematangan teknik dasar berupa guling depan lenting (forward roll progressions) untuk memastikan fleksibilitas servikal dan kesiapan postur tubuh.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya dinilai dari aspek psikomotorik, melainkan juga aspek afektif seperti disiplin, kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, dan rasa saling percaya saat melakukan pendampingan antar-rekan sebaya. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan mencerminkan komitmen madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan jasmani yang ilmiah, terstruktur, serta berorientasi pada keselamatan siswa. (agassa)




