Kegiatan praktik ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi para peserta didik. Melalui metode demonstrasi dan praktik langsung, para siswa diajak untuk memahami tata cara berseru memanggil salat yang benar, baik dari segi bacaan, makhraj huruf, maupun gerakan pendukungnya.
Melatih Mental dan Percaya Diri Sejak Dini
Menurut Fajar Yuliantono, SH., tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar menghafal bacaan, melainkan sebagai sarana efektif untuk melatih mental dan membangun kepercayaan diri anak-anak di depan umum.
“Praktik langsung seperti ini sangat penting untuk mengasah keberanian mental siswa. Ketika mereka terbiasa berdiri di depan teman-temannya untuk mengumandangkan adzan, rasa gugup perlahan akan hilang dan digantikan oleh rasa percaya diri,” ungkap Fajar.
Antusiasme tinggi tampak jelas di wajah para siswa kelas 2A. Secara bergantian, mereka maju ke depan kelas untuk mempraktikkan adzan dengan suara lantang dan penuh semangat. Beberapa siswa bahkan menunjukkan penghayatan yang luar biasa, menirukan nada dan intonasi muazin profesional.
Pembelajaran Bermakna untuk Generasi Religius
MIN 3 Bantul terus berkomitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan mengenalkan ibadah harian seperti adzan dan iqomah secara praktis sejak usia dini, madrasah berharap para siswa tidak hanya menguasai ilmu secara kognitif, tetapi juga siap dan terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. (Agassa)