
Bantul – Semangat pelestarian budaya dan sportivitas mewarnai gelaran Festival Permainan Olahraga Tradisional Antar Kapanewon se-Kabupaten Bantul. Dalam ajang bergengsi ini, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MIN 3 Bantul, Praptap Kurniawan, turut ambil bagian secara aktif sebagai pendamping kontingen untuk Kapanewon Pajangan.
Kehadiran Praptap Kurniawan di lini official menjadi bukti nyata komitmen tenaga pendidik MIN 3 Bantul dalam mendukung perkembangan olahraga, tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di tingkat kemasyarakatan dan daerah.
Kawal Atlet Kapanewon Pajangan
Sebagai seorang praktisi olahraga yang sehari-hari berhadapan dengan dunia pendidikan jasmani, Praptap membawa pengalaman dan energinya untuk memotivasi para atlet tradisional Pajangan. Festival yang mempertemukan berbagai kapanewon se-Kabupaten Bantul ini melombakan ragam permainan tradisional yang sarat akan nilai filosofi dan ketangkasan fisik.
Menurut Praptap, keterlibatannya dalam ajang ini bukan sekadar mengejar prestasi atau juara, melainkan ada misi yang lebih besar di baliknya.
”Olahraga tradisional adalah warisan leluhur yang kaya akan nilai kebersamaan, kejujuran, dan strategi. Menjadi pendamping kontingen Kapanewon Pajangan adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk memastikan generasi muda kita tetap mengenal dan mencintai identitas budayanya sendiri,” ujarnya di sela-sela kompetisi.
Dukungan Penuh dari Madrasah
Secara terpisah, pihak madrasah MIN 3 Bantul memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi aktif yang ditunjukkan oleh salah satu guru terbaiknya. Keterlibatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif, baik bagi performa kontingen Pajangan maupun bagi motivasi siswa-siswi di MIN 3 Bantul untuk lebih mencintai olahraga tradisional.
Dengan pendampingan yang suportif dan terarah, kontingen Kapanewon Pajangan tampil percaya diri menghadapi ketatnya persaingan antar kapanewon. Festival ini diharapkan dapat terus eksis sebagai wadah silaturahmi sekaligus benteng pelestarian permainan asli Nusantara di tengah gempuran era digital. (Agassa)




