
Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana ruang kelas di MIN 3 Bantul kini terasa jauh lebih dinamis dan interaktif. Inovasi dalam dunia pendidikan terus digalakkan melalui pemanfaatan perangkat digital sebagai media pembelajaran utama. Langkah ini terbukti efektif dalam menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus memantik semangat berkompetisi yang sehat di kalangan siswa.
Program yang diusung di bawah naungan “Jogja Madrasah Digital” ini mengubah paradigma belajar konvensional menjadi lebih futuristik. Dengan memanfaatkan gawai dan perangkat digital, para siswa tidak lagi sekadar mendengarkan penjelasan di depan kelas, melainkan terlibat langsung dalam aktivitas belajar yang interaktif dan berbasis gamifikasi.
Koordinator Jogja Madrasah Digital MIN 3 Bantul, Ahmad Agus Salim, menjelaskan bahwa penggunaan perangkat digital bukan sekadar tren, melainkan upaya untuk mendekatkan materi pelajaran dengan dunia anak-anak masa kini.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa belajar di madrasah itu kaku. Dengan perangkat digital, kami bisa menyajikan materi melalui kuis interaktif, simulasi visual, dan platform pembelajaran yang menarik. Hasilnya, siswa justru merasa tertantang dan sangat antusias. Semangat berkompetisi muncul secara alami karena mereka berlomba-lomba untuk menuntaskan tantangan belajar dengan skor terbaik,” ujar Ahmad Agus Salim.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integrasi teknologi ini juga melatih literasi digital siswa sejak dini. Menurutnya, siswa diajarkan untuk menggunakan teknologi secara bijak sebagai sarana mencari ilmu, bukan sekadar untuk konsumsi hiburan semata.
“Ketika siswa merasa senang dengan metode belajarnya, daya serap mereka terhadap materi pun meningkat. Kompetisi yang terbangun bukanlah untuk saling menjatuhkan, melainkan saling memotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ini adalah langkah maju bagi MIN 3 Bantul dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap teknologi,” imbuhnya.
Penerapan digitalisasi di lingkungan MIN 3 Bantul ini pun mendapat respons positif dari para orang tua dan siswa. Dengan perangkat digital, batasan ruang dan waktu dalam belajar menjadi lebih fleksibel, memungkinkan eksplorasi pengetahuan yang lebih luas di luar jam pelajaran.
Ke depannya, MIN 3 Bantul berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis digital ini, memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses dan kemampuan untuk menguasai teknologi guna mendukung prestasi mereka di masa depan. (Agassa)




