
Bantul (MIN 3 Bantul) – Upaya pelestarian warisan budaya pengobatan herbal nusantara terus digalakkan di lingkungan instansi keagamaan dan pendidikan. Tenaga kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Sri Suprapti, berpartisipasi aktif dalam lokakarya bertema nguri-nguri pembuatan jamu tradisional dan optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Forum edukatif tersebut diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan bertempat di Pendopo Kiringan, Jetis, Bantul.
Kegiatan ini berfokus pada revitalisasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) mengenai pemanfaatan flora medika serta proses preparasi ramuan herbal secara higienis dan terstandar. Pemilihan kawasan Kiringan sebagai lokus pelatihan dinilai strategis dan representatif, mengingat rekam jejak wilayah tersebut sebagai sentra industri jamu tradisional berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bantul.
Dalam forum interaktif tersebut, para peserta mendalami metodologi identifikasi simplisia nabati, diversifikasi penanaman TOGA untuk ketahanan hayati rumah tangga, hingga teknik ekstraksi alami rimpang seperti temulawak, kunyit, dan jahe. Penguasaan aspek etnofarmakologi aplikatif ini diarahkan guna memperkuat pemahaman mengenai khasiat promotif dan preventif jamu bagi kesehatan keluarga.
Keikutsertaan perwakilan MIN 3 Bantul merefleksikan komitmen madrasah dalam mendukung transmisi pengetahuan tradisional yang terintegrasi dengan wawasan kesehatan kontemporer. Partisipasi ini diharapkan mampu menjadi dasar diseminasi edukasi kesehatan alami serta pengembangan lingkungan hijau madrasah berbasis tanaman berkhasiat obat. (agassa)




