Pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) ini memanfaatkan fasilitas perpustakaan madrasah sebagai pusat sumber belajar. Para siswa tampak bersemangat memilih berbagai buku cerita bergambar yang tertata rapi di rak-rak perpustakaan sesuai dengan minat mereka.
Dalam arahannya, Moh. Fadlan menjelaskan bahwa kegiatan literasi di perpustakaan ini bertujuan untuk melatih kemampuan membaca, memperkaya kosakata, serta melatih daya tangkap siswa terhadap isi bacaan sederhana.
“Melalui kegiatan membaca di perpustakaan, kami ingin mengajak anak-anak mengenal dunia literasi dengan cara yang menyenangkan. Suasana perpustakaan yang nyaman membuat siswa lebih fokus dan antusias mengeksplorasi buku-buku cerita,” ujar Moh. Fadlan di sela-sela mendampingi siswa.
Pembelajaran dimulai dengan pengenalan cara merawat buku yang baik, dilanjutkan dengan sesi membaca mandiri selama beberapa menit. Setelah itu, beberapa siswa secara sukarela maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku yang baru saja mereka baca di hadapan teman-teman sekelasnya. Metode ini terbukti efektif melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berbicara di muka umum (public speaking) bagi anak-anak usia kelas 2 sekolah dasar.
Pihak madrasah terus mendorong para guru untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara optimal dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Langkah ini sejalan dengan komitmen MIN 3 Bantul dalam mewujudkan madrasah literasi yang mampu melahirkan generasi cerdas, gemar membaca, dan berwawasan luas.
Kegiatan ditutup dengan sesi merapikan buku bersama-sama ke tempat semula, yang menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab pada diri siswa sejak dini. (Agassa)