Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana ruang kelas 1A MIN 3 Bantul tampak hidup dan penuh keceriaan saat mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, Selasa (3/11/2026). Melalui media visual berupa gambar perbandingan makanan sehat dan bersih dengan makanan kotor yang tidak higienis, para siswa diajak untuk berani menyampaikan pendapat melalui forum diskusi ringan.

Kegiatan diawali dengan pengamatan visual secara seksama. Guru kelas 1A, Muslikhah, S.Pd.I., memantik keaktifan siswa dengan menampilkan gambar makanan tertutup rapi dan bernutrisi, berdampingan dengan gambar makanan terbuka yang dihinggapi lalat serta jajanan sembarangan. Siswa kemudian diajak mengidentifikasi perbedaan keduanya secara mandiri sebelum membagikan pandangannya di depan teman-teman sekelas.

Meskipun masih berada di jenjang kelas awal, anak-anak terlihat percaya diri mengutarakan gagasan sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan asupan makanan agar terhindar dari kuman penyebab penyakit. Beragam pendapat polos dan lugas terlontar, mulai dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, memilih makanan yang tertutup, hingga menghindari jajan di tempat berdebu.

Muslikhah menjelaskan bahwa pembelajaran ini sengaja dirancang untuk mengasah dua aspek sekaligus, yakni keterampilan berbahasa dan pembiasaan pola hidup bersih.

“Untuk anak fase A atau kelas 1, target utama kita adalah menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara santun dan berani berpendapat di ruang publik. Melalui topik konkret seperti kuman dan makanan sehat, anak-anak lebih mudah mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari sehingga diskusinya mengalir alami,” ungkap Muslikhah.

Antusiasme peserta didik tampak dari tingginya keaktifan mereka saat bergantian mengacungkan jari untuk berbicara serta kesediaan mendengarkan teman lain yang sedang menyampaikan argumen. Pembelajaran interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh siswa untuk selalu menjaga kebersihan makanan, baik saat berada di madrasah maupun di rumah. (agassa)