Bantul (MIN 3 Bantul) — Pembentukan karakter peserta didik pada fase fondasi memerlukan pendekatan pedagogis yang konsisten dan berbasis keteladanan. Menyadari urgensi tersebut, MIN 3 Bantul mengimplementasikan program pembiasaan budaya bersalaman (mushafahah) bagi peserta didik kelas 1A Talenta setiap memasuki ruang kelas di pagi hari.

Kegiatan rutin yang diampu oleh wali kelas 1A, Muslikhah, S.Pd.I., ini dirancang sebagai instrumen pra-pembelajaran untuk menanamkan etika, tata krama, dan rasa hormat kepada pendidik. Dalam perspektif psikologi perkembangan anak usia dini, interaksi personal yang hangat antara guru dan murid mampu menstimulasi kesiapan psikologis peserta didik sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Muslikhah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pembiasaan bersalaman bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan media transfer nilai spiritual dan moral.

“Melalui sentuhan langsung, tatap mata, dan sapaan santun saat bersalaman, kami membangun kedekatan emosional sekaligus menanamkan adab kepada orang yang lebih tua. Peserta didik kelas 1 berada pada tahap transisi penting; pembiasaan afektif yang repetitif ini menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang santun dan berakhlakul karimah,” ujar Muslikhah.

Implementasi budaya mushafahah di kelas 1A Talenta ini juga selaras dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5-PPRA). Melalui rutinitas tersebut, peserta didik dilatih untuk mengembangkan dimensi akhlak mulia, kepedulian sosial, serta disiplin diri sejak dini.

Pihak madrasah berharap pembiasaan positif ini tidak hanya terinternalisasi di lingkungan sekolah, tetapi juga beresonansi dalam keseharian peserta didik saat berinteraksi dengan orang tua, keluarga, dan masyarakat luas. (Agassa)