Bantul – Belajar matematika tidak selamanya harus berkutat dengan angka yang kaku di papan tulis. Inovasi inilah yang diterapkan di kelas 2 A MIN 3 Bantul. Di bawah bimbingan guru pengampu, Moh. Fadlan, para siswa diajak memahami konsep dasar pecahan melalui media kreatif kertas lipat pada Selasa (3/2).

Belajar Sambil Bermain

​Konsep pecahan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi siswa sekolah dasar. Untuk menjembatani pemahaman abstrak tersebut, Moh. Fadlan menggunakan pendekatan visual dan kinestetik. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan cara membagi satu kesatuan menjadi beberapa bagian yang sama besar.

​”Anak-anak usia kelas dua lebih cepat menangkap materi jika mereka melihat dan menyentuh langsung objeknya. Dengan melipat dan menggunting kertas, mereka paham bahwa 1/2 atau 1/4 itu adalah bagian dari satu keutuhan,” ujar Moh. Fadlan di sela-sela kegiatan.

Proses Kreatif di Kelas

​Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa dibekali beberapa lembar kertas lipat berwarna-warni. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi:

  • Identifikasi Utuh: Siswa memegang satu kertas utuh sebagai lambang angka 1.
  • Melipat dan Membagi: Kertas dilipat menjadi dua bagian sama besar untuk menunjukkan konsep \frac{1}{2}, dan dilipat lagi untuk menunjukkan \frac{1}{4}.
  • Visualisasi Warna: Bagian yang dipotong atau diarsir membantu siswa membedakan pembilang dan penyebut dengan lebih jelas.

Antusiasme Siswa

​Suasana kelas tampak hidup. Para siswa terlihat antusias membandingkan potongan kertas mereka dengan teman sebangku. Inovasi sederhana ini terbukti efektif meningkatkan fokus siswa dan mengurangi “fobia” terhadap pelajaran matematika yang dianggap sulit.

​Dengan adanya inovasi pembelajaran seperti ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan eksploratif bagi seluruh peserta didiknya. (Agassa)