
Bantul (MIN 3 Bantul) – Suasana kelas 1A MIN 3 Bantul tampak ceria dan penuh semangat pada pembelajaran Bahasa Jawa. Dibawah bimbingan wali kelas, Muslikhah, S.Pd.I., para siswa diajak mengenali nama-nama anggota tubuh (perangane awak) dalam bahasa Jawa melalui pendekatan Joyful Learning (pembelajaran yang menyenangkan).
Metode Joyful Learning ini diterapkan untuk mengikis kesan bahwa bahasa Jawa—khususnya ragam krama—adalah pelajaran yang sulit bagi anak usia dini. Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui lagu, gerakan tubuh (kinestetik), serta permainan tebak kata yang mengajak seluruh siswa terlibat aktif.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak menyanyikan lagu daerah tentang anggota tubuh sambil menunjuk bagian tubuh yang dimaksud, mulai dari sirah (kepala), mripat (mata), kuping (telinga), irung (hidung), hingga suku (kaki). Anak-anak tampak antusias menirukan pengucapan ragam ngoko dan krama inggil secara fasih.
Muslikhah, S.Pd.I. menyampaikan bahwa penggunaan metode yang menyenangkan sangat efektif untuk membangkitkan minat belajar siswa kelas satu yang masih berada pada masa transisi bermain.
”Bahasa Jawa adalah bahasa ibu sekaligus warisan budaya yang harus kita lestarikan sejak dini. Agar anak-anak senang dan cepat paham, materi tidak disampaikan secara monoton, melainkan lewat bernyanyi, bergerak, dan bermain. Dengan begitu, anak-anak merasa gembira sekaligus paham perbedaan penyebutan anggota tubuh dalam ragam ngoko dan krama,” ujar Muslikhah.
Melalui inovasi pembelajaran ini, MIN 3 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, kreatif, dan berakar pada kearifan lokal, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bangga terhadap budaya daerahnya. (Agassa)





