Bantul (MIN 3 Bantul) Suasana jeda pembelajaran di MIN 3 Bantul menghadirkan pemandangan edukatif yang sarat makna. Alih-alih sekadar menghabiskan waktu istirahat dengan bermain pasif, peserta didik Kelas 2A memilih mengeksplorasi lingkungan madrasah melalui pengamatan langsung terhadap dinamika tumbuh kembang pohon mangga di halaman sekolah.

Aktivitas observasi kontekstual ini merupakan manifestasi konkret dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya pada pilar kecintaan kepada Allah Swt., Rasul-Nya, serta pelestarian alam semesta. Melalui interaksi indrawi dengan flora di sekitarnya, para siswa diajak mengagumi keteraturan ciptaan ilahi sebagai bentuk pembacaan ayat-ayat kauniyah sejak usia dini.

Guru pendamping Kelas 2A, Moh. Fadlan, menuturkan bahwa integrasi nilai spiritual dan kecintaan ekologis perlu ditanamkan melalui pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan teoritis di ruang kelas.

“Ketika anak-anak menyentuh batang pohon, mengamati pertunasan daun, dan memahami bagaimana air serta sinar matahari menopang kehidupan tanaman, rasa takjub kepada Sang Khalik tumbuh secara organik. Ini selaras dengan keteladanan Rasulullah saw. yang senantiasa memuliakan alam,” ungkapnya di sela kegiatan.

Pendekatan pedagogis berbasis observasi alam ini membuktikan bahwa pekarangan madrasah berfungsi efektif sebagai laboratorium hidup. Pembiasaan tersebut diharapkan mampu mengakar kuat dalam kepribadian siswa MIN 3 Bantul, membentuk generasi berkarakter yang cerdas secara kognitif, matang secara spiritual, serta memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. (agassa)