Bantul (MIN 3 Bantul) — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menggelar perhelatan pentas seni yang menjadi wadah eksplorasi bakat dan kreativitas peserta didik. Salah satu sorotan utama dalam agenda tahunan tersebut adalah penampilan seni peran dari kelompok teater kelas 6B, yang menyajikan adaptasi cerita rakyat nusantara, Malin Kundang, dengan pendekatan artistik bernuansa komikal.

Berbeda dari pakem narasi drama tragedi konvensional, pementasan yang berlangsung di panggung utama madrasah ini dikemas melalui dekonstruksi dialog dan dinamika gestural yang segar. Kelompok teater kelas 6B berhasil mengintegrasikan pesan moral esensial mengenai bakti seorang anak kepada orang tua ke dalam balutan humor situasional yang relevan dengan kehidupan anak usia sekolah dasar.

Interaksi panggung antarpemeran, ketepatan pewaktuan (comic timing), serta ekspresi teatrikal yang spontan sukses memantik respons antusias dan gelak tawa dari para hadirin, yang terdiri atas jajaran dewan guru, wali murid, dan seluruh siswa. Keberhasilan ini merefleksikan keberanian artistik siswa dalam mengolah sastra lisan tradisional menjadi pertunjukan yang edukatif sekaligus rekreatif.

Pihak madrasah menyatakan bahwa apresiasi seni semacam ini bukan sekadar perayaan seremonial Hari Santri, melainkan sarana efektif dalam mengasah kecerdasan emosional, kepercayaan diri, artikulasi publik, serta kerja sama tim lintas bakat pada siswa tingkat akhir madrasah ibtidaiyah. Pementasan ditutup dengan riuh tepuk tangan hadirin sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan performa gemilang dari para aktor cilik kelas 6B. (agassa)