Bantul (MIN 3 Bantul) – Pembelajaran matematika tidak semata-mata berfokus pada penguasaan angka dan rumus abstrak, melainkan dapat menjadi instrumen penanaman nilai karakter dan refleksi diri. Pendekatan kontekstual tersebut diterapkan dalam pembelajaran materi rasio bagi peserta didik kelas VI A di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul, yang diampu oleh Purwantiningsih, S.Pd., M. Pd.I

Melalui integrasi pendidikan karakter, materi rasio dihubungkan langsung dengan manajemen waktu harian siswa. Peserta didik diajak menghitung serta membandingkan proporsi waktu yang dialokasikan selama sepekan untuk tiga aktivitas utama: belajar, bermain, dan berolahraga. Melalui kuantifikasi aktivitas tersebut, siswa diarahkan untuk mengevaluasi ritme keseharian mereka secara objektif berbasis data empiris yang mereka himpun sendiri.

Aktivitas pembelajaran dikemas secara kolaboratif melalui metode diskusi kelompok kecil beranggotakan 4–5 siswa. Setiap anggota mencatat rekam jejak aktivitas masing-masing, kemudian mengolahnya ke dalam bentuk perbandingan rasio. Proses komparasi antarselawat ini melatih kemampuan matematis sekaligus memantik kesadaran metakognitif; siswa yang mendapati proporsi waktu belajarnya masih relatif rendah dibandingkan rekan sebaya didorong untuk membangun komitmen perbaikan diri demi optimalisasi capaian akademik.

Guna memastikan ketercapaian kompetensi secara inklusif, proses pembelajaran mengimplementasikan prinsip pembelajaran terdiferensiasi (differentiated instruction), khususnya pada aspek diferensiasi proses. Guru memfasilitasi keragaman modalitas belajar peserta didik dengan memadukan penjelasan konsep secara terstruktur dan penyajian tayangan video edukatif interaktif.

“Melalui pendekatan ini, konsep rasio dipahami sebagai alat ukur yang aplikatif dalam kehidupan nyata. Kami juga menerapkan variasi metode agar peserta didik dengan modalitas belajar visual maupun auditori dapat menyerap materi secara optimal, sembari memetik pelajaran berharga tentang disiplin dan manajemen waktu,” tutur Purwantiningsih.

Langkah inovatif ini menegaskan komitmen MIN 3 Bantul dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, di mana kecakapan kognitif numerasi tumbuh beriringan dengan pembentukan karakter mandiri dan tanggung jawab pribadi siswa. (Agassa)