Bantul (MIN 3 Bantul) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul terus mengukuhkan langkahnya dalam membudayakan lingkungan sehat dan berkelanjutan. Melalui optimalisasi program Kebun NGTS (Nutrition Goes to School), madrasah tidak hanya menanamkan kepedulian lingkungan hidup bagi warganya, tetapi juga menjadikannya pilar penting dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata sekaligus wahana pengungkit prestasi peserta didik.

Program Kebun NGTS dirancang sebagai laboratorium alam terbuka yang mengintegrasikan edukasi gizi seimbang, pertanian ramah lingkungan, dan pembelajaran kontekstual berbasis sains. Di area kebun ini, siswa diajak terlibat langsung mulai dari proses pengolahan media tanam, pemanfaatan pupuk kompos organik hasil daur ulang limbah madrasah, penanaman sayur-mayur serta tanaman obat keluarga (toga), hingga proses pemanenan.

Kepala MIN 3 Bantul menyampaikan bahwa keberadaan Kebun NGTS memiliki peran strategis dalam penilaian Sekolah Adiwiyata. Program ini membuktikan komitmen madrasah dalam menjalankan empat pilar utama Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi kegiatan berwawasan lingkungan.

Selain menciptakan ekosistem madrasah yang asri, hijau, dan teduh, aktivitas di kebun ini terbukti efektif mengasah minat riset dan literasi sains siswa. Lewat pengamatan pertumbuhan tanaman dan pemanfaatan bahan alam, para siswa termotivasi untuk menghasilkan karya inovatif dalam berbagai kompetisi ilmiah anak, lomba literasi lingkungan, hingga kejuaraan kreasi pangan sehat di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Melalui sinergi antara guru, tenaga kependidikan, komite, dan orang tua wali murid, MIN 3 Bantul optimis integrasi Kebun NGTS ini dapat mengantarkan madrasah meraih predikat Adiwiyata serta mencetak generasi berkarakter unggul, sehat, dan berwawasan lingkungan global. (Agassa)