Dalam penampilannya, Iklila membawakan kisah sarat nilai sejarah dan budaya, yakni Legenda Desa Kasongan. Dengan gaya tutur yang ekspresif dan penuh penjiwaan, ia berhasil membawa audiens masuk ke dalam cerita asal-usul sentra kerajinan gerabah yang terletak di Kabupaten Bantul tersebut.
Penanggung Jawab Ekstrakurikuler Muhadlarah, Ahmad Agus Salim, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan Iklila. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah bagi siswa untuk mengasah kepercayaan diri dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking).
“Kami sangat bangga dengan penampilan Iklila. Melalui ajang ini, anak-anak tidak hanya dilatih untuk berani tampil, tetapi juga diajak untuk mencintai literasi dan sejarah lokal, seperti legenda Desa Kasongan ini,” ujar Ahmad Agus Salim di sela-sela kegiatan.
Gelar pertunjukan ini menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian Matamuda di MIN 3 Bantul tahun ini. Antusiasme siswa yang tinggi selama pertunjukan menjadi bukti bahwa kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Muhadlarah, menjadi salah satu wadah pengembangan bakat yang sangat diminati.
Keberhasilan Iklila dalam mendongeng diharapkan dapat menginspirasi siswa lainnya untuk lebih aktif mengeksplorasi potensi diri dan mendalami kekayaan budaya nusantara melalui berbagai kegiatan di madrasah. (Agassa)