Bantul – Dalam upaya memperkuat kemampuan literasi numerasi siswa, kelas 5 B MIN 3 Bantul menggelar pembelajaran matematika yang kreatif dan aplikatif pada hari ini. Di bawah bimbingan guru kelas, Fitaria Dewi Pratiwi, S. Pd., S. Kom., para siswa diajak untuk tidak sekadar berhitung, tetapi juga mampu memvisualisasikan data melalui pembuatan grafik sederhana.

Mengubah Data Menjadi Visual

Pembelajaran ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam mengolah data mentah menjadi bentuk diagram batang dan diagram garis. Menurut Fitaria, penguasaan grafik merupakan salah satu kecakapan hidup yang krusial di era digital saat ini.

“Literasi numerasi bukan hanya soal angka, tapi bagaimana siswa mampu membaca situasi dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami. Dengan membuat grafik, siswa belajar menalar data secara logis dan sistematis,” ujar Fitaria Dewi Pratiwi.

Proses Pembelajaran yang Interaktif

Dalam sesi tersebut, siswa terlebih dahulu melakukan pengumpulan data sederhana di lingkungan kelas, seperti mendata hobi teman sejawat, tinggi badan, hingga makanan favorit. Setelah data terkumpul, mereka mulai merancang sumbu $x$ (horizontal) dan sumbu $y$ (vertikal) pada buku berpetak.

Beberapa poin utama dalam pembelajaran ini meliputi:

  • Ketelitian Skala: Siswa belajar menentukan rentang angka yang tepat agar grafik terlihat proporsional.

  • Analisis Data: Membaca tren yang muncul dari grafik yang telah dibuat (misalnya: data mana yang paling tinggi atau paling rendah).

  • Kerapian dan Estetika: Menggunakan warna yang berbeda untuk memberikan kejelasan pada setiap kategori data.

Wujud Nyata Literasi Numerasi

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka merasa lebih mudah memahami perbandingan jumlah melalui gambar grafik dibandingkan hanya melihat deretan angka di dalam tabel.

Kepala Madrasah MIN 3 Bantul turut mengapresiasi langkah inovatif ini. Diharapkan, melalui integrasi literasi numerasi yang tepat sasaran seperti ini, kualitas pendidikan di MIN 3 Bantul terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang kritis serta tanggap terhadap data.

Dengan penggabungan keahlian pedagogik dan pemahaman teknologi (S. Pd. dan S. Kom.), Fitaria Dewi Pratiwi berhasil menciptakan suasana kelas yang modern dan relevan dengan tantangan kurikulum saat ini. (Agassa)