Bantul – Bulan Ramadhan menjadi momentum emas bagi pendidik untuk menanamkan karakter religius pada peserta didik. Hal inilah yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul. Setiap pagi selama bulan suci, siswa kelas 1 A mengikuti kegiatan pembelajaran shalat dengan model Praktik Mandiri Terbimbing.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini dipandu langsung oleh Guru Kelas 1 A, Muslikhah, S.Pd.I. Program ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal bacaan shalat, tetapi juga mampu mempraktikkan setiap gerakan dengan benar dan tertib.

Berbeda dengan pembelajaran teori biasa, model praktik mandiri terbimbing memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba sendiri setiap tahapan shalat. Siswa diminta untuk memperagakan gerakan shalat secara individu guna melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

Muslikhah, S.Pd.I. memberikan koreksi langsung secara lembut jika terdapat posisi tubuh atau pelafalan bacaan yang belum sempurna. “Kami ingin anak-anak merasa memiliki ibadahnya sendiri. Dengan praktik langsung setiap pagi, shalat bukan lagi sekadar kewajiban yang berat, melainkan kebiasaan yang melekat dalam keseharian mereka,” ujar Muslikhah di sela-sela bimbingannya.

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, para siswa nampak antusias mengikuti instruksi. Suasana kelas terasa tenang dan khidmat saat lantunan doa-doa shalat bergema secara bergantian. Kegiatan ini dimulai sesaat setelah bel masuk berbunyi, sebagai bentuk “pemanasan spiritual” sebelum memulai materi pelajaran umum lainnya.

Pihak sekolah berharap, melalui pembiasaan yang konsisten selama Ramadhan ini, para siswa kelas 1 A dapat menyempurnakan tata cara shalat mereka, yang nantinya akan menjadi fondasi kuat bagi kepribadian mereka di masa depan. (Agassa)