Bantul – MIN 3 Bantul melakukan terobosan dalam proses belajar mengajar dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan pelestarian lingkungan. Melalui konsep ekoteologi, para siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi terjun langsung melakukan aksi nyata membersihkan dan merawat kebun madrasah.

Ekoteologi sendiri merupakan pemahaman keagamaan yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam semesta. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian integral dari iman.

Sejak pagi hari, para siswa yang didampingi oleh guru pembimbing terlihat antusias membawa peralatan berkebun. Mereka berbagi tugas: ada yang membersihkan gulma, memangkas tanaman yang tidak rapi, hingga melakukan pemupukan organik.

“Kami diajarkan bahwa bumi ini adalah amanah. Merawat kebun sekolah bukan sekadar tugas kebersihan, tapi bentuk ibadah kami dalam menjaga ciptaan-Nya,” ujar Hasna, salah satu siswa kelas 4 MIN 3 Bantul.

Kepala Madrasah, Subarniyati, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan (eco-literacy) dalam jangka panjang.

“Kami ingin lulusan madrasah memiliki kecerdasan ekologis. Ilmu agama yang mereka pelajari harus membuahkan akhlak yang baik terhadap alam. Inilah esensi dari ekoteologi yang kami terapkan,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong ini, MIN 3 Bantul berkomitmen untuk menjadikan aksi rawat kebun sebagai agenda rutin demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, hijau, dan penuh berkah. (Agassa)