Bantul – Pemandangan berbeda terlihat di setiap koridor dan ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bantul setiap pagi sebelum bel pelajaran dimulai. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, dipimpin langsung oleh siswa-siswi dari Kelas Takhosus.

Kegiatan tadarus pagi terjadwal ini merupakan langkah konkret sekolah dalam mengaplikasikan Program Qur’anina. Sebuah inisiatif unggulan yang bertujuan untuk mendekatkan Al-Qur’an ke dalam sanubari siswa, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an menyatu dengan rutinitas harian mereka.

Program ini dirancang agar siswa tidak hanya sekadar mengenal huruf hijaiyah, tetapi menjadikannya sebagai gaya hidup. Petugas tadarus dari kelas takhosus digilir secara rutin untuk memandu teman-temannya melalui pengeras suara sentral maupun di depan kelas.

“Kami ingin Al-Qur’an bukan lagi menjadi beban pelajaran, melainkan kebutuhan. Melalui program Qur’anina, siswa dibiasakan berinteraksi dengan kitab suci sejak dini sebelum menerima ilmu pengetahuan lainnya,” ujar Agus, koordinator program.

Adanya jadwal petugas dari kelas takhosus ini memberikan dampak positif ganda. Yaitu melatih kepemimpinan: Siswa yang bertugas belajar percaya diri tampil di depan publik. Standarisasi Bacaan: Membantu siswa lain memperbaiki makharijul huruf dan tajwid dengan mengikuti tuntunan yang benar. Ketenangan Spiritual: Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan berkah sebelum materi umum disampaikan.

Dengan konsistensi menjalankan program Qur’anina, MIN 3 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap berpegang teguh pada tuntunan agama. (Agassa)