Bantul (MIN 3 Bantul) – Dunia pendidikan sering kali dianggap kaku, namun di tangan Moh. Fadlan, pembelajaran menjadi sebuah simfoni yang hidup. Guru kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul ini membuktikan bahwa jiwa seni dan dedikasi sebagai pendidik adalah dua nada yang bisa dimainkan dalam satu harmoni yang indah.

​Sebelum dikenal sebagai “Bapak Guru” oleh para siswanya, Fadlan muda adalah seorang penggiat seni tulen. Darah seninya mengalir kuat melalui berbagai panggung musik. Tak sekadar hobi, ia bahkan pernah mendirikan dan memimpin grup kesenian, sebuah pengalaman yang membentuk karakter kepemimpinannya saat ini.

​Bagi Fadlan, musik bukan sekadar hiburan, melainkan media komunikasi universal. Pengalaman sebagai musisi inilah yang kemudian ia bawa ke dalam dunia pendidikan, membuat cara mengajarnya terasa lebih luwes dan kreatif.

​​Langkah Fadlan di dunia pendidikan dimulai sejak usia muda. Ia mengawali pengabdiannya sebagai guru musik di MAN 3 Bantul. Di sekolah tersebut, ia tidak hanya mengajarkan teori musik, tetapi juga menularkan semangat berkarya kepada para siswa menengah atas.​ Selain itu, Fadlan juga menjadi pelatih marching band di belasan sekolah mulai dari tingkat TK, SD dan SMP. Loyalitas dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun berbuah manis. Setelah melewati perjalanan panjang sebagai pendidik, Fadlan akhirnya resmi diangkat menjadi abdi negara (PNS).

​Kini, Fadlan mengemban amanah baru di MIN 3 Bantul. Meski kini mengajar di tingkat dasar, jiwa seninya tidak luntur. Ia justru melihat ini sebagai tantangan untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan seni sejak dini.

​”Seni mengajarkan kita tentang kepekaan perasaan, sedangkan pendidikan memberikan kita arah tujuan. Keduanya adalah bekal penting bagi anak didik kita,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

​Kehadiran sosok seperti Moh. Fadlan menjadi bukti bahwa menjadi abdi negara bukan berarti harus meninggalkan jati diri sebagai seniman. Justru dengan kreativitasnya, ia mampu mewarnai wajah pendidikan madrasah di Bantul menjadi lebih ceria dan bermakna. (Agassa)