
Bantul – Upaya memperkuat literasi Al-Qur’an di tingkat dasar terus ditingkatkan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul menjalin sinergi strategis dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pajangan melalui peluncuran Program Bebas Buta Huruf Arab dan Baca Al-Qur’an.
Kesepakatan ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Kantor Kepala MIN 3 Bantul pada Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kolaborasi antar lembaga di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Fokus Utama Kerjasama
Program ini dirancang untuk memastikan seluruh siswa MIN 3 Bantul memiliki kemampuan dasar yang kuat dalam membaca dan menulis huruf hijaiyah. Beberapa poin utama yang dibahas dalam koordinasi tersebut meliputi:
- Pendampingan Tenaga Ahli: Penyuluh Agama dari KUA Pajangan akan terlibat dalam proses bimbingan baca-tulis Al-Qur’an bagi siswa.
- Standarisasi Metode: Penerapan metode pembelajaran yang efektif agar siswa dapat cepat memahami makhraj dan tajwid.
- Pemantauan Berkala: Evaluasi rutin untuk memetakan perkembangan kemampuan literasi Al-Qur’an setiap siswa.
Membangun Generasi Qur’ani
Kepala MIN 3 Bantul dalam sambutannya menekankan bahwa kerjasama ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral lembaga pendidikan Islam.
”Sinergi ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Kemenag untuk memastikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat dengan mencintai Al-Qur’an sejak dini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari KUA Pajangan menyambut baik inisiatif ini. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk menerjunkan tim penyuluh dalam mendukung keberhasilan program tersebut di lingkungan madrasah.
Diharapkan, melalui program ini, angka buta huruf Arab di kalangan siswa dapat ditekan hingga nol persen, sekaligus menjadi pilot project bagi sinergi antar-satker Kemenag di wilayah lainnya. (Agassa)




