Bantul – Mempelajari tata bahasa (grammar) seringkali dianggap sebagai momok bagi siswa sekolah dasar, terutama materi Past Tense yang melibatkan perubahan kata kerja. Namun, suasana berbeda terlihat di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul.

Siti Yatimah, guru Bahasa Inggris di madrasah tersebut, berhasil mengubah suasana kelas yang kaku menjadi penuh tawa dan kompetisi positif melalui formulasi pembelajaran berbasis permainan (game-based learning).

Menurut Siti, tantangan terbesar mengajar Past Tense adalah ingatan siswa terhadap Irregular Verbs (kata kerja tidak beraturan). “Jika hanya menghafal list di buku, siswa cepat bosan. Saya memformulasikan beberapa permainan agar mereka mempraktikkan kata kerja tersebut secara spontan,” ujarnya.

Hasilnya mulai terlihat. Tidak hanya nilai kognitif yang meningkat, tetapi kepercayaan diri siswa dalam berbicara (speaking) juga tumbuh pesat. Siswa tidak lagi merasa terbebani oleh rumus subjek dan predikat, melainkan menikmatinya sebagai bagian dari permainan.

Kepala MIN 3 Bantul memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Langkah Siti Yatimah membuktikan bahwa kreativitas guru adalah kunci utama dalam menghidupkan kurikulum di tingkat dasar.